Popular Posts

Dugaan Pelayanan Buruk RS Misi Lebak, Badak Banten Perjuangan Desak Evaluasi Direktur RS Kartini Lebak Baten

LEBAK, BANTEN — Organisasi kemasyarakatan Badak Banten Perjuangan mengecam keras dugaan perlakuan tidak menyenangkan yang dialami oleh ibunda King Naga saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Misi Lebak.

Panglima Badak Banten Perjuangan, Asep Mulyana, mendesak manajemen rumah sakit, Yayasan Yatna Yuana Kasih, hingga Keuskupan Bogor untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar pelayanan dan kepemimpinan di rumah sakit tersebut.

Asep menegaskan bahwa rumah sakit merupakan institusi pelayanan publik yang wajib mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, profesionalisme, empati, serta penghormatan terhadap hak setiap pasien tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi.

“Pelayanan kesehatan menyangkut keselamatan, martabat, dan hak masyarakat. Jangan sampai ada pasien atau keluarga pasien yang merasa tidak mendapatkan perlakuan sebagaimana mestinya. Kami meminta persoalan ini diperiksa secara objektif dan terbuka,” tegas Asep Mulyana, Jumat.

Desak Pemeriksaan Internal dan Evaluasi Direktur

Menurut Asep, persoalan yang menyangkut hak pasien tidak boleh diabaikan. Ia meminta Yayasan Yatna Yuana Kasih dan Keuskupan Bogor selaku pengelola untuk turun tangan dan melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh.

Pemeriksaan tersebut diharapkan mencakup penelusuran kronologi kejadian, evaluasi kesesuaian prosedur pelayanan (SOP), hingga sikap merespons keluhan dari pihak manajemen RS Misi Lebak.

Ia juga menekankan agar evaluasi yang dilakukan tidak sekadar formalitas atau klarifikasi administratif belaka. Apabila terbukti terjadi pelanggaran serius atau kegagalan tata kelola, pihak berwenang diminta mengambil tindakan tegas, termasuk mempertimbangkan pergantian Direktur RS Misi Lebak.

“Jangan biarkan persoalan pelayanan kesehatan berlalu tanpa penyelesaian yang jelas. Jika ditemukan pelanggaran dan tanggung jawab manajemen tidak dijalankan dengan baik, evaluasi kepemimpinan harus dilakukan secara serius. Kepentingan pasien harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Dorong Penyelesaian Adil dan Transparan

Meski melontarkan kritik keras, Asep menyampaikan bahwa sikap tegas yang ditunjukkan lembaganya bukan untuk menghakimi pihak tertentu sebelum ada hasil pemeriksaan resmi. Langkah ini diambil sebagai bentuk kontrol sosial demi memastikan penyelesaian yang adil dan menjamin hak-hak pasien dihormati.

Pihaknya berharap penanganan kasus yang dialami ibunda King Naga dilakukan secara transparan agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum serta kepercayaan publik terhadap fasilitas pelayanan kesehatan di Banten tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *