Lebak – Kabupaten Lebak, yang terletak di Provinsi Banten, memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang sangat khas. Sebagian besar kebudayaannya berakar dari tradisi Sunda Banten yang berpadu dengan hukum adat serta filosofi menjaga kelestarian alam.

Berikut adalah poin-poin utama kebudayaan di Kabupaten Lebak:

1. Masyarakat Adat Suku Baduy (Urang Kanekes)

Ikon kebudayaan paling terkenal di Lebak adalah masyarakat Suku Baduy yang bermukim di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar:

  • Baduy Dalam (Tangtu): Sangat memegang teguh larangan/pikukuh adat. Mereka menolak teknologi modern, tidak menggunakan listrik, kendaran, maupun alas kaki, serta berpakaian serba putih/biru tua.

  • Baduy Luar (Panamping): Lebih terbuka terhadap interaksi luar dan perkembangan zaman, berpakaian dominan hitam/biru dengan ikat kepala khas.

  • Prinsip Hidup: Memiliki filosofi “Lojor teu wenang dipotong, pendo teu wenang disambung” (yang panjang tidak boleh dipotong, yang pendek tidak boleh disambung), menandakan pentingnya menjaga alam apa adanya tanpa merusaknya.

2. Upacara Adat & Ritual Tradisional

  • Seba Baduy: Tradisi tahunan ketika perwakilan masyarakat Baduy berjalan kaki belasan hingga puluhan kilometer menuju Pendopo Kabupaten Lebak dan Kantor Gubernur Banten untuk menyerahkan hasil bumi sebagai simbol silaturahmi dan ketaatan kepada pemerintah (Gubernur/Bupati).

  • Seren Taun: Upacara adat pesta panen padi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, yang dirayakan meriah oleh masyarakat adat Sunda Banten di kawasan Lebak (seperti di Kasepuhan Cisungsang, Kasepuhan Citorek, dll.).

  • Ngareksa Bumi / Ngabubur Suro: Ritual syukur atas keselamatan desa dan permohonan keberkahan hasil bumi.

3. Kesenian Tradisional

  • Angklung Buhun: Kesenian musik tradisional menggunakan angklung purba yang dimainkan secara sakral dalam ritual penanaman padi (ngahuma).

  • Dogdog Lojor: Alat musik pukul berbentuk tabung kayu panjang yang dimainkan dalam perayaan adat panen padi.

  • Tari Rampak Bedug: Seni pertunjukan tabuhan bedug kolosal berpadu gerakan tari yang sarat akan nuansa keislaman masyarakat Banten.

4. Kerajinan & Kuliner Khas

  • Tenun Baduy: Kain tenun khas dengan motif geometris unik yang ditenun secara tradisional oleh para perempuan Baduy.

  • Gula Aren Lebak: Produksi gula aren berkualitas tinggi secara tradisional yang menjadi salah satu produk kebanggaan daerah.

  • Golok Cikeruh / Golok Banten: Kerajinan besi tradisional untuk alat pertanian maupun benda pusaka.

  • Kuliner Khas: Angeun Lada (sayur pedas dengan bahan utama jeroan/daging dan daun walang), Nasi Uduk Asem, serta Laksa Lebak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *